Jumat, 27 Agustus 2021

API Bank, Bukti Nyata Digitalisasi Ekonomi


Digitalisasi ekonomi saat ini memang sedang populer baik dikalangan masyrakat umum ataupun pelaku bisnis. Berbagai program menarik mulai bertebaran dan mulai banyak dimintai oleh berbagai kalangan, salah satunya yait program open API. Open API merupakan salah satu platform perbankan yang manadi dalamnya terdapat data konsumen yang dibutuhkan oleh pihak ketiga dan dapat diakses dengan mudah dengan melalui customer consent atau persetujuan konsumen. 


Saat ini pemegang Bank Indonesia dalam upayanya mempercepat perkembangan digitalisasi ekonomi, salah satunya dengan membuat standarisasi open API (Application Program Interface) pada transaksi antara bank dan fintech. Standar open API perlu dibuat untuk mendukung interoperabilitas, kompatibilitas dan interkoneksi untuk bisa meningkatkan efisiensi dan meningkatkan integrasi sehingga bisa memitigasi resiko perantara  keuangan yang tidak tunduk dengan aturan yang berlaku. 


Open API sendiri saat ini sudah banyak diadopsi oleh berbagai perbankan yang sekarang dikenal dengan API Bank. Hal ini tentu sangat menguntungkan apalagi bagi para pegiat bisnis baik berskala kecil atau berskala besar karena mereka bisa memanfaatkannya untuk segala transaksi yang dilakukan seperti transfer dengan menggunakan metode virtual account, cek mutasi dan saldo, serta isi saldo dompet digital yang mana hal tersebut dapat menciptkana sebuah kedekatan secara personal antara konsumen dan layanan bank agar bisa disesuaikan kebutuhan dan layanan sehingga relevan. 


Tidak hanya itu, saat ini berbagai API Bank juga secara progresif membentuk kerja sama dengan berbagai fintech baik fintech P2P Lending, fintech pembayaran, dan fintech-fintech lainnya untuk ikut serta mengembangkan sistem API yang menawarkan banyak kemudahan. Tidak perlu khawatir untuk bertransaksi dengan bank yang menggunakan sistem API karena walaupun data akan diakses oleh pihak ketiga baik e-commerce atau fintech sebelum dapat mengaksesnya harus mendapatkan persetujuan dari konsumen, apabila konsumen tidak menyetujui maka pihak ketiga tidak bisa mendapat akses ke data konsumen. 


Untuk dapat mendapatkan kepercayaan dari konsumen, tentu keamanan data menjadi jawaban kunci bagi permasalahan tersebut. Layanan API yang terpercaya tentu akan menimbulkan kepercayaan terhadap konsumen maka dari itu pembentukan standarisasi API perlu dibuat guna mempercepat akslerasi ekonomi digital. Penggodokan standarisasi API terus dilakukan oleh Bank Indonesia atau lebih kerap disingkat BI untuk mendapatkan standarisasi yang tidak hanya efektif, tetapi bisa mengikuti perkembangan ekonomi digital. 


Salah satu implemenatasi API pada bank yaitu pembukaan data dan layanan kepada pihak ketiga dengan aman untuk mendorong terciptanya inovasi pada produk keuangan yang lebih baik bagi konsumen. Hal tersebut mendorong munculnya para investor yang sebagian besar berinvestasi ke ekosistem fintech dengan harapan mereka bisa melakukan revolusi perbankan dibantu dengan infrastruktur perbankan. Tak lama sebab dari hal tersebut munculah tren open banking yang dilakukan melalui sistem API dimana open banking menyita perhatian khusus para pemimpin industri sebagai bisnis yang potensial meskipun tidak semua pemimpin industri merasakan hal yang sama.


Salah satu perbankan yang kemudian ikut berinvestasi pada ekosistem fintech yaitu BRI. Di tahun 2018 BRI sudah ikut menyalurkan pendanaan beberapa fintech seperti Investree dan Modalku.  Sudah menggunakan sistem API pada produknya yaitu BRIAPI. Hingga saat ini BRI masih terus mengembangkan sistem yang terintegrasi API agar para konsumennya lebih mudah dalam setiap transaksinya. selain berinvestasi, berbagai bank juga melakukan pengembangan aplikasi dengan program API.

Related Posts

API Bank, Bukti Nyata Digitalisasi Ekonomi
4/ 5
Oleh